Friday, July 10, 2009

Prasugrel, saingan baru Clopidogrel



Pada tanggal 10 Juli 2009 ini FDA telah menyetujui Prasugrel tablet (nama dagang EFFIENT), yang merupakan obat anti platelet untuk mengurangi risiko pembekuan darah pada pasien yang akan menjalani angioplasti (prosedur operasi yang dilakukan untuk menghilangkan penghambat/ darah beku pada arteri jantung).

Angioplasti dilakukan dengan cara meniupkan dan memasang balon pada arteri jantung yang menyempit karena plak arteriosklerosis. Dengan dipasang balon atau semacam pipa/ stent ini diharapkan plak arterioskelrosis ini bisa menipis atau memampat sehingga aliran darah ke otot jantung bisa lebih lancar. Tetapi masalah yang muncul setelah pemasangan stent ini adalah adanya plak baru dapat terbentuk dan menempel di sekitar stent yang akhirnya juga membuntu aliran darah dan meningkatkan risiko munculnya serangan jantung, stroke dan kematian. Oleh karena itu dalam prosedur setelah pemasangan stent, pasien selalu di beri obat antiplatelet untuk menghambat pembentukan plak baru ini.

Effient telah diujikan dan dibandingkan dengan Clopidogrel (Plavix) sebagai produk standar pada 13.608 pasien yang terindikasi akan mengalami serangan jantung atau pasien yang akan menjalani angioplasti. Hasilnya pasien yang mendapat clopidogrel mengalami penurunan risiko serangan jantung sebesar 9.1% dan penurunan sebanyak 7% pada pasien yang mendapat effient.
pada hasil akhir diketahui tidak ada perbedaan bermakna jumlah kematian dan stroke diantara keuda produk obat ini. Tetapi pasien yang mendapatkan effient mengalami risiko pendarahan lebih tinggi dibandingkan yang mendapat clopidogrel.

Paling tidak kini dokter mempunyai alternatif obat untuk mengatasi clooting darah setelah pemasangan balon/stent pada prosedur angioplasti. Dalam label produk ini juga tertulis peringatan bahwa produk ini dapat menyebabkan pendarahan yang siknifikan dan fatal. selain itu juga ditulis bahwa produk ini tidak boleh digunakan pada pasien yang mengalami pendarahan, sejarah pernah mengalami stroke iskemia, atau akan menjalani operasi, termasuk operasi baypas jantung.

Rapamycin, Obat untuk panjang umur?



Rapamycin merupakan obat yang bekerja dengan cara menekan sistem imun tubuh (immuosupressan), obat ini sering digunakan untuk mencegah efek penolakan oleh tubuh penerima organ transplantasi. Hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature tanggal 8 Juli ini menyebutkan bahawa rapamycin dapat meningkatkan usia harapan hidup pada mencit sebesar 14 %, meski obat ini diberikan di waktu tua. penelitian pada lalat dan cacing dan cacing juga menunjukkan hasil yang sama.

Namun, penggunaan obat ini pada manusia akan mengalami banyak masalah, dikarenakan efek immunosupresan rapamycin yang menyebabkan penggunanya lebih rentan untuk mengalami infeksi. Selain itu pada manusia, dosis rapamycin sebagai immunosupresan cukup 2 - 5 miligram per hari sedangkan pada mencit rapamycin di berikan sebanyak 2.24 mg/Kg berat badan per hari.

Penelitian independen yang dilakukan oleh US National Institute of Aging menghasilkan bahwa Rapamycin bekerja melalui seluar pathway yang dinamakan TOR (target of Rapamycin), Pathway ini diketahui berkontribusi untuk memperpanjang usia dengan menyebabkan diet rendah kalori pada mencit, lalat dan cacing. Hasil ini mengindikasikan bahwa rapamycin mampu memperpanjang usia dengan cara mempengaruhi pola makan atau diet.

Mungkin rapamycin efek rapamycin sebagai immunosupresan akan mempengaruhi ekspresi gen tertentu sehingga berefek anti-aging? hal ini sangat mungkin, tetapi kedepannya akan sangat dimungkinkan untuk menemukan target gen atau protein sebagai bagian dari TOR pathway yang lebih spesifik untuk memperpanjang usia. beberapa ahli telah bekerja untuk meneliti hal ini.