Thursday, June 3, 2010

EMBEDA, pilihan baru untuk atasi nyeri sedang hingga berat









Baru-baru ini perusahaan farmasi asal amerika serikat, King Pharmaceutical telah merilis produk baru mereka yang diberi nama Embeda. Produk yang berisi kombinasi morfin sulfat dan naltrexone hydrochloride dengan perbandingan 25:1 ini dibungkus secara enterik dalam microkapsul yang dimasukkan kedalam cangkang kapsul konvensional, sehingga memungkinkan untuk lepas secara lambat (extended release). Akhir bulan Mei 2010 FDA telah menyetujui produk ini untuk mengatasi nyeri dengan intensitas menengah hingga berat seperti pada nyeri paska operasi, nyeri karena neuropati, tetapi tidak untuk mengatasi nyeri ringan seperti karena inflamasi atau luka ringan.

Karena merupakan salah satu preparat opioid, penggunaan jangka panjang dan tanpa pengawasan sangat memungkinkan pengguna untuk mengalami ketagihan dan efek samping lainnya termasuk toksisitas yang membahayakan pengguna.

untuk lebih jelasnya bisa di baca di: http://www.embeda.com/

Phantom recall












Baru-baru ini salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia Johnson & Johnson (J&J) melalui anak perusahaannya McNeil corporation telah dituduh melakukan tindakan yang tercela dengan melakukan sesuatu yang dinamakan "phantom recall", dimana perusahaan ini melakukan recall produk obat yang dinilai tidak memenuhi syarat kesehatan secara sembunyi-sembunyi (phantom) tanpa melakukan pemberitahuan kepada pemerintah dan masyarakat,


Seperti diberitakan oleh berbagai media masa di US, termasuk The Sun, Washington post, bussines week. Pada bulan Agustus 2008, McNeil Corporation telah memerintahkan seluruh stafnya di seluruh US untuk membeli semua produk obat antinyeri dan demam untuk anak dengan merk "Motrin IB". Diketahui, sebanyak kurang lebih 88.000 pak obat telah "ditarik" dari peredaran. Dalam sebuah dokumen juga terkuak bahwa pihak McNeil corporation memerintahkan kepada stafnya tersebut untuk bertindak seolah-olah seperti seorang konsumen, bukan dari perusahaan farmasi


Hasil investigasi dari US FDA dan J&J diduga obat tersebut tidak layak diedarkan karena beberapa hal, antara lain: dosis obat lebih tinggi dari yang tertera pada etiket, memiliki tingkat kelarutan (disolusi yang jelek) dan terkontaminasi bakteri dan minor tracer lainnya. Meski kemudian J&J membantah jika hal tersebut terkait langsung dengan masalah kesehatan yang di alami pasien yang menggunakan obat tersebut, klaim ini juga dibenarkan oleh para ahli kesehatan lainnya.


Sampai saat ini investigasi oleh FDA masih terus berlangsung, namun karena efek dari kasus ini, 6 senior eksekutif dari J&J telah diberhentikan, selain itu terkuaknya kasus ini ke publik sontak membuat harga saham J&J menurun drastis pada perdagangan akhir bulan ini.


jika ingin membaca detailnya bisa membaca:

1. http://www.businessweek.com/news/2010-05-27/j-jphantom-recall-shows-motrin- troubles-go-back-update2-.html

Tahun 2030, 13,2 juta orang meninggal karena kanker













Berdasar data yang dilansir oleh pusat penelitian kanker PBB, pada tahun 2030 akan ada kurang lebih 13.2 juta penderirta kanker yang akan meninggal dunia. jumlah ini merupakan 2 kali lipat lebih besar dari tahun 2008. lembaga ini juga memprediksi pada tahun 2030 juga akan dideteksi 21.4 juta penderita baru penyakit kanker.

Epidemiologi penyakit ini juga bergeser dari yang semula kebanyakan ditemui di negara maju, kini justru di negara berkembang lebih banyak ditemui kasus baru. Pada tahun 2008, 56% kasus baru dan 63 % kematian karena kanker ditemukan di negara berkembang.

Sebagian besar kasus kanker 2008 yang ditemukan lembaga ini adalah kanker paru-paru, dimana ditemukan sebanyak 1.61 juta kasus, diikuti dengan kanker payudara 1.38 juta kaaua, kanker kolon (usus besar) sebanyak 1.23 juta kasus, kanker lambung 0,74 juta kasus, dan kanker hati (liver) 0,69 kasus.

---
Untuk itu marilah mulai menjaga tubuh kita dari kemungkinan terserang kanker, dengan mengeterapkan pola hidup sehat dan waspada terhadap munculnya kanker.

Berikut ini ada tips sederhana untuk mencegah timbulnya kanker:
1. Hindari merokok, minuman beralkohol
2. Makan banyak sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian seperti tempe, tahu dan makanan yang banyak mengandung serat. Paling tidak satu atau dua kali sehari mengkonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan.
3. Hindari berat badan berlebihan atau kegemukan. Timbanglah berat badan 1 kali seminggu. Penelitian menunjukkan, akibat kegemukan, risiko terjadinya kanker lebih besar khususnya kanker payudara, rahim, usus besar, lambung, ginjal, serta kandung empedu.
4. Kurangi terlalu banyak makanan gorengan dan juga yang mengandung protein dan lemak tinggi serta jeroan.
5. Batasi makanan yang diolah dengan suhu tinggi dan lama atau dengan pengolahan tertentu yang dapat menimbulkan prokarsinogen seperti makanan yang diasinkan, diasap, dibakar, dipanggang sampai keluar arang (gosong) . Yang terbaik adalah makanan yang direbus.
6. Hati-hati dengan penggunaaan pemanis buatan, pewarna makanan serta zat pengawet yang berlebihan. Makanan terbaik adalah makanan segar.
7. Makanan dijaga kebersihannya, beraneka ragam, dan bebas dari zat cemaran lingkungan.
8. Kegiatan fisik dengan olahraga secara teratur disertai kesehatan mental dan rohani merupakan bagian terpadu dalam upaya pencegahan penyakit kanker.


(Diolah dari berbagai sumber)