Tuesday, June 21, 2011

Minyak zaitun sebagai pelindung dari stroke.



Sebuah hasil penelitian yang dilakukan dengan mengambil subyek sebayak lebih dari 7500 orang, dari 3 buah kota di prancis yaitu of Bordeaux, Dijon, dan Montpellier, menunjukkan bahwa kombinasi diet minyak zaitun (olive oil) dengan makanan lain yang dilakukan oleh penduduk di tiga kota tersebut mampu menurunkan risiko munculnya serangan stroke pada penduduk dewasa. Diet dengan tinggi minyak zaitun baik dicampur dalam masakan maupun sebagai dressing pada makanan salad terbukti mampu menurunkan risiko stroke hingga 41% dibandingkan dengan subyek yang tidak pernah mengkonsumsi minyak zaitun.

Professor Samieri, peneliti utama pada penelitian ini juga merekomendasikan untuk hasil yang lebih optimum, sebaiknya konsumsi minyak zaitun dikombinasi dengan buah dan sayuran, selain itu pengurangan kadar garam dalam makanan juga sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko stroke pada manula.

Penelitian yang di publikasikan di jurnal Neurology 15 Juni 2011 ini juga menyatakan penurunan risiko stroke pada subyek yang mengkonsumsi minyak zaitun ini juga konsisten dengan efek proteksi minyak zaitun pada penyakit-penyakit penyebab stroke, seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, obesitas dan profil lipid yang kurang baik.

Untuk mengetahui mekanisme kerja dari minyak zaitun ini, peneliti menggunakan kadar oleic acid (asam oleat: sebuah alam lemak tak jenuh yang dipercaya mampu memperbaiki profil lemak di tubuh) dalam darah. Hasilnya, pengukuran kadar asam oleat yang dilakukan pada lebih dari 1200 subyek menunjukkan semakin tinggi kadar asam oleat, semakin rendah risiko terjadinya stroke.

Monday, June 20, 2011

Varenicline dapat meningkatkan risiko serangan jantung pada pasien gangguan jantung
















Chantix, adalah sebuah merek produk obat yang diproduksi oleh pfizer yang berisi bahan aktif varenicline, sebuah senyawa kimia yang dipercaya mampu untuk mengatasi ketergantungan terhadap rokok. Di otak kita, varenicline bekerja melalui dua buah mekanisme, yang pertama adalah dengan menghambat reseptor nikotin (sebuah zat aktif yang terdapat dalam rokok yang dipercaya menyebabkan ketergantungan) dan yang kedua adalah dengan meningkatkan kadar neurotransmiter dopamin (sebuah zat aktif diotak yang salah satu fungsi utamanya adalah memberikan perasaan nyaman, euforia pada diri kita. Obat ini telah disetujui oleh FDA (BPOM-nya Amerika) untuk diedarkan di amerika.

5 tahun setelah disetujuinya obat tersebut post marketing surveillance, sebuah penelitian yang dilakukan oleh FDA pada 700 orang perokok dengan gangguan jantung. menunjukkan bahwa obat tersebut sangat bermanfaat bagi seseorang yang ingin berhenti merokok. Tetapi pada perokok dengan kasus tertentu, seperti pada perokok yang mengalami gangguan jantung, FDA mengeluarkan statement bahwa ada kemungkinan obat ini akan meningkatkan gangguan & risiko serangan jantung. Oleh karena itu, semua pihak yang terkati dalam penggunaan obat ini, termasuk produsen, dokter, apoteker, pasien dan keluarga pasien harus mengetahui dan menyadari hal ini.

Perokok dengan gangguan jantung yang meminum obat ini diharapkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami penurunan kondisi/serangan jantung seperti: sesak nafas, nyeri dada dan nyeri di kaki ketika berjalan. Diharapkan pengguna obat ini juga membaca segala informasi yang tertera di label obat dan bertanya ke apoteker mengenai risiko yang bisa muncul pada peminum obat ini.

Sebelumnya, pada tahun 2009, FDA juga menginformasikan bahwa pengguna obat ini juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan mental seperti depresi, agitasi, percobaan bunuh diri, dsb.

Thursday, November 4, 2010

Thursday, June 10, 2010

Allopurinol mampu menghambat progresivitas gagal ginjal kronik

Allopurinol, obat yang kita kenal sebagai obat untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah ternyata juga mempunyai efek positif pada pasien dengan penyakit gagal ginjal kronis (GGK) dengan memperlambat progresifitas kerusakan ginjal. Seperti yang dilansir dari hasil penelitian klinik yang publikasikan yang Clinical Journal of the American Society of Nephrology pada 10 juni 2010.

Kurang lebih 113 pasien dengan diagnosa gagal ginjal kronik dengan nilai estimated glomerular filtration rate / eGFR dibawah 60 mL/menit, 57 orang diantaranya menerima tambahan obat allopurinol 100 mg/hari sedangkan sebagai kontrol 56 pasien lainnya hanya diberikan terapi biasa tanpa tambahan allorpinol .

Setelah 24 Bulan terapi, didapatkan bahwa pasien dengan tambahan terapi allopurinol memiliki kadar asam urat yang lebih rendah dibandingkan dengan kontrol pasien. begitu juga nilai eGFR pada pasien dengan allopurinol cenderung naik 1.3 ml/menit dibandingkan dengan kontrol grup yang turun 3.3 ml/menit. dengan komposisi pasien yang sangat bervariasi, allopurinol menunjukkan mampu memperlambat progresivitas gagal ginjal.


Selain itu pasien dengan tambahan terapi allopurinol juga mengalami penurunan serangan jantung 71 % lebih rendah dibandingkan kontrol. Allopurinol juga menurunkan kadar C-reactive protein.Meski masih ada beberapa kekurangna pada studi ini, setidaknya studi ini juga memperkuat hasil uji klinik lainnya yang menyatakan hal yang sama.

Friday, June 4, 2010

Obat baru untuk osteoporosis pada wanita paska monopause


Awal bulan juni ini, Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui obat baru untuk pengobatan osteoporosis pada wanita yang telah monopause. Nama generik obat tersebut adalah Denosumab, dengan nama dagang PROLIA yang diproduksi oleh perusahan farmasi Amgen. Obat ini bekerja sebagai penghambat RANK (
Receptor Activator for Nuclear Factor κ B) sebuah reseptor yang apabila di aktivasi akan menyebabkan peningkatan metabolisme tulang.

Penggunaan obat ini cukup unik karena cukup dengan injeksi sub-kutan setiap 6 bulan sekali sudah cukup untuk mencegah pengrusakan tulang lebih lanjut pada kasus osteoporosis. Keamanan dan efektifitas obat ini telah terbukti dalam sebuah multisenter uji klinik fase 3 dengan nama FREEDOM (Fracture Reduction Evaluation of Denosumab in Osteoporosis Every 6 Months). pemberian obat ini selama 3 tahun pada pasien osteoporosis yang sudah monopause usia 60-91 tahun terbukti mampu mencegah insiden patah tulang belakang, tulang pinggang dan lainnya.

Tetapi bukan berarti obat ini tanpa efek samping. berapa efek samping obat yang muncul pada saat studi tersebut dilakukan antara lain: nyeri punggung, nyeri pada tulang anggota gerak, nyeri pada otot, meningkatnya kadar kolesterol darah, meningkatnya risiko infeksi saluran kemih. Selain itu beberapa efek samping serius seperti hipokalsemia, infeksi pada kulit, gejala dermatitis, ruam, dll. Prolia juga menyebabkan penghambatan pada turnover tulang yang mungkin akan mengakibatkan osteonekrosis pada rahang.

Oleh karena itu, saat pemberian obat ini diharapkan pasien menerima informasi yang benar dan paham akan keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul akibat penggunaan obat ini

Thursday, June 3, 2010

EMBEDA, pilihan baru untuk atasi nyeri sedang hingga berat









Baru-baru ini perusahaan farmasi asal amerika serikat, King Pharmaceutical telah merilis produk baru mereka yang diberi nama Embeda. Produk yang berisi kombinasi morfin sulfat dan naltrexone hydrochloride dengan perbandingan 25:1 ini dibungkus secara enterik dalam microkapsul yang dimasukkan kedalam cangkang kapsul konvensional, sehingga memungkinkan untuk lepas secara lambat (extended release). Akhir bulan Mei 2010 FDA telah menyetujui produk ini untuk mengatasi nyeri dengan intensitas menengah hingga berat seperti pada nyeri paska operasi, nyeri karena neuropati, tetapi tidak untuk mengatasi nyeri ringan seperti karena inflamasi atau luka ringan.

Karena merupakan salah satu preparat opioid, penggunaan jangka panjang dan tanpa pengawasan sangat memungkinkan pengguna untuk mengalami ketagihan dan efek samping lainnya termasuk toksisitas yang membahayakan pengguna.

untuk lebih jelasnya bisa di baca di: http://www.embeda.com/

Phantom recall












Baru-baru ini salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia Johnson & Johnson (J&J) melalui anak perusahaannya McNeil corporation telah dituduh melakukan tindakan yang tercela dengan melakukan sesuatu yang dinamakan "phantom recall", dimana perusahaan ini melakukan recall produk obat yang dinilai tidak memenuhi syarat kesehatan secara sembunyi-sembunyi (phantom) tanpa melakukan pemberitahuan kepada pemerintah dan masyarakat,


Seperti diberitakan oleh berbagai media masa di US, termasuk The Sun, Washington post, bussines week. Pada bulan Agustus 2008, McNeil Corporation telah memerintahkan seluruh stafnya di seluruh US untuk membeli semua produk obat antinyeri dan demam untuk anak dengan merk "Motrin IB". Diketahui, sebanyak kurang lebih 88.000 pak obat telah "ditarik" dari peredaran. Dalam sebuah dokumen juga terkuak bahwa pihak McNeil corporation memerintahkan kepada stafnya tersebut untuk bertindak seolah-olah seperti seorang konsumen, bukan dari perusahaan farmasi


Hasil investigasi dari US FDA dan J&J diduga obat tersebut tidak layak diedarkan karena beberapa hal, antara lain: dosis obat lebih tinggi dari yang tertera pada etiket, memiliki tingkat kelarutan (disolusi yang jelek) dan terkontaminasi bakteri dan minor tracer lainnya. Meski kemudian J&J membantah jika hal tersebut terkait langsung dengan masalah kesehatan yang di alami pasien yang menggunakan obat tersebut, klaim ini juga dibenarkan oleh para ahli kesehatan lainnya.


Sampai saat ini investigasi oleh FDA masih terus berlangsung, namun karena efek dari kasus ini, 6 senior eksekutif dari J&J telah diberhentikan, selain itu terkuaknya kasus ini ke publik sontak membuat harga saham J&J menurun drastis pada perdagangan akhir bulan ini.


jika ingin membaca detailnya bisa membaca:

1. http://www.businessweek.com/news/2010-05-27/j-jphantom-recall-shows-motrin- troubles-go-back-update2-.html