
Sebuah hasil penelitian yang dilakukan dengan mengambil subyek sebayak lebih dari 7500 orang, dari 3 buah kota di prancis yaitu of Bordeaux, Dijon, dan Montpellier, menunjukkan bahwa kombinasi diet minyak zaitun (olive oil) dengan makanan lain yang dilakukan oleh penduduk di tiga kota tersebut mampu menurunkan risiko munculnya serangan stroke pada penduduk dewasa. Diet dengan tinggi minyak zaitun baik dicampur dalam masakan maupun sebagai dressing pada makanan salad terbukti mampu menurunkan risiko stroke hingga 41% dibandingkan dengan subyek yang tidak pernah mengkonsumsi minyak zaitun.
Professor Samieri, peneliti utama pada penelitian ini juga merekomendasikan untuk hasil yang lebih optimum, sebaiknya konsumsi minyak zaitun dikombinasi dengan buah dan sayuran, selain itu pengurangan kadar garam dalam makanan juga sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko stroke pada manula.
Penelitian yang di publikasikan di jurnal Neurology 15 Juni 2011 ini juga menyatakan penurunan risiko stroke pada subyek yang mengkonsumsi minyak zaitun ini juga konsisten dengan efek proteksi minyak zaitun pada penyakit-penyakit penyebab stroke, seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, obesitas dan profil lipid yang kurang baik.
Untuk mengetahui mekanisme kerja dari minyak zaitun ini, peneliti menggunakan kadar oleic acid (asam oleat: sebuah alam lemak tak jenuh yang dipercaya mampu memperbaiki profil lemak di tubuh) dalam darah. Hasilnya, pengukuran kadar asam oleat yang dilakukan pada lebih dari 1200 subyek menunjukkan semakin tinggi kadar asam oleat, semakin rendah risiko terjadinya stroke.