Food and Drug administration (FDA) pada 30 juni 2009 ini telah menyetujui Onsolis (tablet/disk tipis fentanyl yang mudah larut ketika di letakkan di dalam mulut di lipataan pipi/buccal region), sebuah produk yang digunakan untuk mengatasi nyeri hebat terutama pada pasien yang mengalami nyeri presisten karena kanker dan neuropati. Yang unik pada ini adalah teknologi dan desain yang menyebabkan obat cepat larut dan mudah diserap kedalam tubuh. harapannya dengan cepat terserap dapat dengan cepat menghilangkan nyeri.
Sekedar coretan-coretan singkat untuk menambah pengetahuan kita mengenai obat dan kesehatan. Semoga bermanfaat
Friday, July 17, 2009
Onsolis: Fast Release Fentanyl
Food and Drug administration (FDA) pada 30 juni 2009 ini telah menyetujui Onsolis (tablet/disk tipis fentanyl yang mudah larut ketika di letakkan di dalam mulut di lipataan pipi/buccal region), sebuah produk yang digunakan untuk mengatasi nyeri hebat terutama pada pasien yang mengalami nyeri presisten karena kanker dan neuropati. Yang unik pada ini adalah teknologi dan desain yang menyebabkan obat cepat larut dan mudah diserap kedalam tubuh. harapannya dengan cepat terserap dapat dengan cepat menghilangkan nyeri.
Ketergantungan obat golongan Proton Pump Inhibitor?
Baru-baru ini sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Gastroenterologi pada bulan Juli 2009, menyebutkan bahwa penghentian mendadak penggunaan obat-obat golongan Proton pump Inhibitor (PPI) dengan nama generik seperti: Omeprazole, Lansoprazole, Esomeprazole, Rabeprazole dan Pantoprazole, menyebabkan gejala yang dinamakan Acid-related symptoms. Hal ini sungguh diluar dugaan karena Obat ini sebenarnya justru digunakan untuk mengatasi gejala penyakit Maag Kronis, Peptik ulcer atau gejala gangguan lambung lainnya yang dikarenakan hipersekresi asam lambung.
Penelitian klinik di sebuah rumah sakit di Denmark yang dilakukan pada 120 orang manusia sehat, dengan sistem acak, menghasilkan bahwa penghentian penggunaan setelah pemakaian dalam jangka waktu yang lama (8 minggu), menyebabkan Rebound/ produksi dan sekresi asam lambung yang berlebihan. bahkan peneliti tersebut menulis genaja ini kemungkinan dinamakan ketergantungan fisiologis lambung terhadap obat golongan PPI ini.
Gejala yang muncul seperti seperti nyeri lambung, dada terasa terbakar, perut terasa tidak enak dan gangguan pencernaan lainnya. Peneliti juga menyebutkan bahawa gejala yang muncul pada manusia sehat (subyek penelitian ini) mirip dengan dengan yang muncul pada pasien yang di treatment dengan metode yang sama.
Oleh karena itu di himbau kepada tenaga kesehatan, untuk merubah metode penulisan resep golongan PPI, terutama penggunaan dalam jangka waktu lama sebagai obat untuk mengatasi gangguan akibat hipersekresi asam lambung secara kronik. Dan perlu di fikirkan juga untuk menggunakan obat-obat seperti antasida untuk mengatasi gangguan lambung karena hipersekresi asam lambung yang masih ringan.
Sunday, July 12, 2009
Informasi Tentang Pasta Gigi ber-Fluoride
Setelah membaca beberapa literatur tentang fluoride dalam pasta gigi, antara kegunaannya dan bahaya nya, saya menyimpulkan bahwa pasta gigi yang mengandung fluoride tidak berbahaya jika digunakan dengan tepat. maksudnya: pada kadar yang "pas" fluoride terbukti bermanfaat dapat memperkuat gigi dan mencegah gigi berlubang. sedangkan jika masuk dalam tubuh dalam jumlah berlebihan baik secara sengaja maupun tidak sengaja dapat membahayakan.
Pada kasus pasta gigi,
Di Amerika Pasta gigi yang mengandung Fluoride di kategorikan dalam katagori obat bebas terbatas (dapat dibeli tanpa resep dokter) sedangkan pasta gigi tanpa Fluoride tidak masuk dalam kategori obat, tetapi masuk dalam kategori kosmetik/produk kelengkapan rumah tangga (PKRT). Pembagian ini kemungkinan dikarenakan kemungkinan terjadinya toksisitas fluoride, sehingga perlu pengawasan lebih.
Di Indonesia dan di negara lain (terutama dinegara berkembang) baik pasta gigi dengan fluoride maupun tanpa fluoride, keduanya masuk dalam PKRT dan bukan obat, kenapa ini bisa terjadi? dimungkinkan karena ada penelitian di negara2 tersebut yang menyatakan keamanan penggunaan fluoride dalam pasta gigi, dan bukti fluoride dapat meningkatkan kualitas gigi, atau juga memang belum pernah muncul kasus toksisitas fluoride karena pasta gigi. Ditambah lagi, sebagian besar produk pasta gigi di Indonesia mengandung fluoride dengan konsentrasi 1500 ppm atau 0,15% atau masih masuk dalam rentang yang diperbolehkan alias tidak berbahaya.
Hal yang sangat perlu dilakukan saat menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride adalah bahwa sebaiknya saat menyikat gigi pasta gigi TIDAK di telan! untuk mengurangi risiko terjadinya toksisitas fluoride. Oleh karena itu sebaiknya pasta gigi jenis ini tidak digunakan oleh anak di bawah usia 12 tahun. Penelitian menunjukkan anak usia 4-6 tahun cenderung menelan pasta gigi yang digunakan dikarenakan rasanya yang enak atau memang masih belum bisa menggosok gigi dengan benar.
Friday, July 10, 2009
Prasugrel, saingan baru Clopidogrel
Pada tanggal 10 Juli 2009 ini FDA telah menyetujui Prasugrel tablet (nama dagang EFFIENT), yang merupakan obat anti platelet untuk mengurangi risiko pembekuan darah pada pasien yang akan menjalani angioplasti (prosedur operasi yang dilakukan untuk menghilangkan penghambat/ darah beku pada arteri jantung).
Angioplasti dilakukan dengan cara meniupkan dan memasang balon pada arteri jantung yang menyempit karena plak arteriosklerosis. Dengan dipasang balon atau semacam pipa/ stent ini diharapkan plak arterioskelrosis ini bisa menipis atau memampat sehingga aliran darah ke otot jantung bisa lebih lancar. Tetapi masalah yang muncul setelah pemasangan stent ini adalah adanya plak baru dapat terbentuk dan menempel di sekitar stent yang akhirnya juga membuntu aliran darah dan meningkatkan risiko munculnya serangan jantung, stroke dan kematian. Oleh karena itu dalam prosedur setelah pemasangan stent, pasien selalu di beri obat antiplatelet untuk menghambat pembentukan plak baru ini.
Effient telah diujikan dan dibandingkan dengan Clopidogrel (Plavix) sebagai produk standar pada 13.608 pasien yang terindikasi akan mengalami serangan jantung atau pasien yang akan menjalani angioplasti. Hasilnya pasien yang mendapat clopidogrel mengalami penurunan risiko serangan jantung sebesar 9.1% dan penurunan sebanyak 7% pada pasien yang mendapat effient.
pada hasil akhir diketahui tidak ada perbedaan bermakna jumlah kematian dan stroke diantara keuda produk obat ini. Tetapi pasien yang mendapatkan effient mengalami risiko pendarahan lebih tinggi dibandingkan yang mendapat clopidogrel.
Paling tidak kini dokter mempunyai alternatif obat untuk mengatasi clooting darah setelah pemasangan balon/stent pada prosedur angioplasti. Dalam label produk ini juga tertulis peringatan bahwa produk ini dapat menyebabkan pendarahan yang siknifikan dan fatal. selain itu juga ditulis bahwa produk ini tidak boleh digunakan pada pasien yang mengalami pendarahan, sejarah pernah mengalami stroke iskemia, atau akan menjalani operasi, termasuk operasi baypas jantung.
Rapamycin, Obat untuk panjang umur?
Rapamycin merupakan obat yang bekerja dengan cara menekan sistem imun tubuh (immuosupressan), obat ini sering digunakan untuk mencegah efek penolakan oleh tubuh penerima organ transplantasi. Hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature tanggal 8 Juli ini menyebutkan bahawa rapamycin dapat meningkatkan usia harapan hidup pada mencit sebesar 14 %, meski obat ini diberikan di waktu tua. penelitian pada lalat dan cacing dan cacing juga menunjukkan hasil yang sama.
Namun, penggunaan obat ini pada manusia akan mengalami banyak masalah, dikarenakan efek immunosupresan rapamycin yang menyebabkan penggunanya lebih rentan untuk mengalami infeksi. Selain itu pada manusia, dosis rapamycin sebagai immunosupresan cukup 2 - 5 miligram per hari sedangkan pada mencit rapamycin di berikan sebanyak 2.24 mg/Kg berat badan per hari.
Penelitian independen yang dilakukan oleh US National Institute of Aging menghasilkan bahwa Rapamycin bekerja melalui seluar pathway yang dinamakan TOR (target of Rapamycin), Pathway ini diketahui berkontribusi untuk memperpanjang usia dengan menyebabkan diet rendah kalori pada mencit, lalat dan cacing. Hasil ini mengindikasikan bahwa rapamycin mampu memperpanjang usia dengan cara mempengaruhi pola makan atau diet.
Mungkin rapamycin efek rapamycin sebagai immunosupresan akan mempengaruhi ekspresi gen tertentu sehingga berefek anti-aging? hal ini sangat mungkin, tetapi kedepannya akan sangat dimungkinkan untuk menemukan target gen atau protein sebagai bagian dari TOR pathway yang lebih spesifik untuk memperpanjang usia. beberapa ahli telah bekerja untuk meneliti hal ini.
Thursday, July 9, 2009
Pertanyaan ke farmasis meningkat setelah meninggalnya michael jackson.
Selasa, 9 Juli 2009
Dikutip dari Yahoo health,
Survey yang dilakukan oleh US phamrmacist menunjukkan: Banyaknya pemberitaan terkait meniggalnya michael jackson (MJ) yang dikarenakan ketergantungan obat yang diresepkan oleh dokter mengundang perhatian publik amerika untuk lebih memperhatikan resep yang mereka terima, terutama kemungkinan munculnya over dosis pada obat yang mereka terima.
Survey tersebut juga menyatakan bahwa sebagian besar obat yang ditanyakan oleh pasien adalah obat penghilang rasa sakit/ analgesik. Dikarenakan obat-obatan tersebut secara jangka panjang digunakan oleh pasien nyeri kronik, biasanya pasien ini menerima analgesik jenis opioid analgesik seperti morfin, fentanil atau oksikodon. Lamanya penggunakan menyebabkan risiko munculnya efek samping obat semakin besar, untuk itu farmasis, terutama yang sangat pengalaman dalam mengatasi nyeri, diharapkan dapat membantu pasien ini untuk meminimalkan risiko drug abuse dan ketergantungan.
- Menanyakan kepada farmasis mengenai obat-obatan yang tertulis di resep, terutama tetang nama obat, tujuan pengobatan, dosis, frekuensi penggunaan dan menyertakan daftar obat yang diterima sebelumnya kepada farmasis atau tenaga kesehatan lainnya.
- Sebaiknya pasien menebus resepnya di satu apotek saja, hal ini dilakukan untuk memudahkan monitoring pengobatan dan penelusuran penggunaan obat. biasanya tiap apotek sudah memiliki daftar rekam pengobatan pasien.
- Jika memiliki pertanyaan tentang pengobatan sebaiknya pasien tidak ragu untuk menanyakan kepada farmasis tentang obat-obatan yang diterima, baik langsung maupun melalui telfon.
Wednesday, July 8, 2009
Diet Rendah Gula lebih baik dari pada diet tinggi serat untuk pasien diebtes mellitus tipe 2
Dikutip dari Evidence Based Medicine vol 14 tahun 2009, penelitian uji klinik secara acak yang dilakukan di Canada selama 6 bulan pada 210 pasien pengidap diabetes mellitus tipe 2 yang sedang mengkonsumsi obat anti diabetes menunjukkan bahwa diet rendah gula lebih baik daripada diet tinggi serat
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang di treatment dengan diet rendah gula meiliki Kadar HBA1c lebih rendah dari pada pasien dengan diet tiggi serat. Selain itu paseien dengan diet rendah gula juga memiliki kadar HDL lebih tinggi dari pada pasien dengan diet tinggi serat. Sedangkan kadar trigiserida, berat badan dan tekanan darah tidak ada perbedaan diantara kedua grup. Hasil lengkap bisa dilihat di tabel.


Ditemukan 3 kasus H1N1 virus yang resistensi terhadap Oseltamivir
Dari data terbaru yang dirilis oleh WHO, menyebutkan telah terjadi 3 kasus resistensi virus H1N1 terhadap Oseltamivir (Tamiflu), satu-satunya obat yang digunakan untuk mengatasi kasus virus flu babi (H1N1). Resistensi yang cepat terhadap obat yang bekerja dengan cara menghambat enzim neuroimidase ini sungguh tidak diduga. Setidaknya hal ini akan membuat berkurangnya pilihan terapi untuk pasien yang mengalami flu babi.
Tiga kasus resistensi ini ditemukan di Hongkong, Denmark dan Jepang. Yang cukup mengkhawatirkan yaitu resistensi yang terjadi di hongkong, dimana pada pasien ini belum sekalipun menggunakan obat oseltamivir, sepertinya telah terjadi mutasi spontan pada pasien ini. Tetapi hingga kini belum ada bukti bahwa virus yang bermutasi pada pasien ini telah menyebar ke manusia yang lain.
Penyebab cepatnya terjadi resistensi ini diduga karena penggunaan yang oseltamivir yang berlebihan, hal ini dimungkinkan sulitnya melakukan diagnosa penyakit H1N1, dokter terutama dokter anak cenderung melakukan tindakan "pencegahan" dengan memberikan obat ini kepada pasien dengan gejala flu (meski tanda kearah flu babi masih belum muncul).
Tuesday, July 7, 2009
Sekali lagi tentang keamanan Asetaminofen dan NSAID
Pada tanggal 29-30 juni 2009 FDA telah mengadakan symposium yang membahas tentang keamanan obat asetaminofen dan obat golongan nonsteroid antiinflamatory drugs (NSAID). Obat yang masuk dalam golongan ini seperti: Aspirin, Ibuprofen, Diklofenak, Piroksikam, Naproxen, dll. Semua obat tersebut banyak diresepkan atau di jual bebas dengan merk atau dengan label generik bertujuan untuk mengatasi demam, nyeri ringan hingga sedang dan radang/inflamasi.
Karena ketidaktahuan masyarakat mengenai bahaya obat ini dan tingginnya data yang toksisitas yang disebabkan oleh obat-obat ini-lah yang menyebabkan FDA mengambil inisiatif untuk mengadakan simposium tersebut.
Beberapa masalah kesehatan yang muncul dikarenakan penggunaan obat-obat ini secara tidak benar antara lain adalah: Kerusakan Liver yang menetap, Kerusakan Ginjal dan Nyeri hingga pendarahan lambung.
Hasil pertemuan tersebut merekomendasikan ke produsen obat untuk menambahkan laber peringatan akan munculnya efek samping kerusakan liver karena penggunaan asetaminofen.
selain itu juga beberapa rekomendasi ke konsumen yang intinya konsumen diharapkan untuk lebih hati-hati menggunakan produk yang berisi asetaminofen dan selalu membaca informasi dan peringatan yang tertera pada leaflet obat. Selain itu diharapkan pasien tidak menggunakan asetaminofen diluar dosis yang direkomendasikan dan tidak meminum alkohol selama menggunakan obat ini.
Monday, July 6, 2009
Obat berhenti Merokok: Zyban dan Chantix meningkatkan risiko bunuh diri
Pada awal bulan Juli 2009 ini FDA telah mengumumkan untuk menambahkan label peringatan untuk 2 buah produk obat yang sering diresepkan sebagai obat berhenti merokok Chantix (Varenicline) dan Zyban (Buropion). Tambahan peringatan tersebut berupa peringatan bahwa kedua obat ini akan berpotensi tinggi menyebabkan gangguan kesehatan mental yang serius termasuk perubahan perilaku, depresi mood dan keinginan untuk bunuh diri. Peringatan serupa juga harus diberikan pada produk lain yang mengandung bupropion seperti Wellbutrin dan bupropion generik yang sering diresepkan sebagai antidepresi.
Varnecline bekerja dengan cara menghambat reseptor nikonik asetilkolin alfa 2 beta 4 di otak, sehingga orang yang merokok tidak akan merasakan nikmatnya rokok dan diharapkan dengan ini perokok tersebut dapat melupakan rokok dengan sedirinya. Bupropion merupakan obat antidepresi dengan mekanisme menghambat secara reversibel transporter noradrenergik dan dopamine di otak, namun mekanisme yang lebih jelas mengapa obat ini bisa digunakan untuk menyembukkan ketergantungan terhadap rokok masih belum banyak diketahui.
FDA juga menyebutkan sebaiknya para dokter dan farmasis juga melakukan monitoring pada pasien yang menggunakan kedua obat tersebut. Pasien juga dihimbau untuk segera melaporkan perasaan atau gejala gangguan mental yang dialaminya ke dokter atau farmasis setelah meminum obat ini.
Pada sebagian besar kasus gejala perubahan mental dan keinginan bunuh diri ini muncul dalam waktu singkat setelah memulai pengobatan dan akan hilang setelah pengobatan dihentikan, namun pada beberapa kasus, gejala ini bisa menetap meski pengobatan telah dihentikan.
Kedua obat ini juga tidak mengandung nikotin dalam sediaannya sehingga memungkinkan pasien akan mengalami gejala nikotin withdrawal seperti depresi, cemas, sensitif, gangguan tidur dan lain-lain. Oleh karena itu FDA juga menginstruksikan kepada produsen pembuat obat ini Pfizer dan GlaxoSmithKline untuk segera melakukan Clinical Trial untuk meneliti lebih jauh seberapa serius dan sering gejala ini muncul pada pasien yang menggunakan obat ini.
Zolinza, obat antikanker kulit dengan aktivitas HDAC inhibitor
Pada 6 oktober 2006, FDA telah menyetujui Zolinda (vorinostat) untuk pengobatan cutaneous T-cell lymphoma (CTCL), salah satu tipe dari kanker kulit, obat ini digunakan jika penyakit menetap dan malah memburuk, atau pengobatan dengan obat lain kurang membuahkan hasil.
Efektifitas dan keamanan Zolinda telah dibuktikan dalam clinical trial yang melibatkan 107 CTCL pasien yang penyakitnya muncul kembali setelah pengobatan dengan obat lain. 30 % pasein yang mengikuti clinical trial ini menunjukkan perbaikan dan efek obat klinis obat ini mampu bertahan selama 168 hari.
obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim histon deasetilase (enzim yang bekerja dengan melepaskan gugus asetil dari histon) yang akhirya membuat struktur histon dan kromatin lebih terbuka dan lebih mudah untuk mengalami modifikasi.
Efek samping yang sering muncul pada penggunaan obat ini adalah diare, mual, muntah, anoreksia, konstipasi, sedangkan efek samping yang cukup berbahaya adalah emboli paru karena pembekuan darah, dehidrasi , anemia dan deep vein thrombosis. hingga saat ini zolinza belum pernah diujikan pada wanita hamil, tetapi penelitian pada hewan coba menunjukkan bahwa obat ini dapat berbahaya bagi bayi.Sunday, July 5, 2009
Asam Zoledronat menyebabkan gangguan ginjal dan gagal ginjal akut
Asam Zolendronat, Obat golongan Bifosfonat yang dipasarkan dengan merek dagang Reclast dan Zometa telah disetujui oleh FDA untuk digunakan sekali per tahun, melalui rute intravena, dalam pengobatan osteoporosis pada pasie pria dan wanita yang telah mengalami monopouse, Pasien dengan Paget's disease yang menyerang tulang dan pencegahan osteoporosis pada pasien yang mengunakan kronik glukoortikoid.
Hasil laporan terbaru menyebutkan bahwa penggunaan Reclast telah menyebabkan gangguan pada ginjal dan gagal ginjal akut. Oleh sebab itu beberapa yang perlu diperhatikan saat menggunakan obat ini adalah:
1. Sebaiknya obat ini tidak digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal (nilai klirens kreatitnin/ GFR < style="font-style: italic;">slow delivery infussion, kurang lebih selama 15 menit.
5. Monitoring fungsi ginjal selama 24 jam setelah penggunaan obat juga di rekomendasikan.
Insulin Glargine (Lantus) berpotensi menyebabkan kanker
Food and Drug Administration (FDA) pada situsnya, bulan juli 2009 ini mengingatkan para tenaga kesehatan untuk lebih teliti dan peduli pada pasien diabetes mellitus yang menggunakan pruduk insulin glargine (dengan merek dagang: lantus). Hasil 3 dari 4 buah penelitian independen terbaru menyebutkan bahwa pasien diabetes yang menggunakan lantus memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kanker. Meski demikian pasien diharapkan tidak dengan serta-merta berhenti menggunakan obat ini tanpa konsultasi dulu dengan dokter.
Hingga saat ini FDA telah mereview semua data terkait keamanan penggunaan lantus, termasuk data terbaru dan semua hasil Clinical Trial. Diharapkan pasien diabetes yang menggunakan produk ini untuk segera melaporkan apabila mengalami reaksi efek samping obat.
Saturday, July 4, 2009
Contoh Obat Kategori Off Label







Kombinasi ACEI dengan ARB meningkatkan Risiko gagal Ginjal
Hasil riset terbaru The Ongoing Telmisartan Alone and in combination with Ramipril Global Endpoint Trial (ONTARGET) yang di publish di lancet tahun 2008, menunjukkan bahwa kombinasi antara Telmisartan obat golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dengan Ramipril, obat golongan Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) tidak menurunkan risiko penyakit kardiovaskular pada pasien hipertensi, padahal jika digunakan secara individual kedua obat ini menunjukkan efek kardio protektif. Lebih jauh lagi, kombinasi ini justru meningkatkan risiko munculnya gangguan pada ginjal dikarenakan efek hipotensi, diare dan hipokalemia.
Dokter diharapkan hanya menggunakan kombinasi kedua golongan obat ini jika memang dirasa sangat diperlukan, tentu saja dengan pengawasan atau monitoring pasien secara ketat.
Interaksi SSRI dengan Dekstrometorfan
Medsafe, regulator obat di new zeland mengingatkan akan interaksi potensial yang sangat mungkin terjadi antara SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) seperti fluoxetine, paroxetine, sertraline, fluvoxamine dan citalopram, yang merupakan obat antidepresan, dengan dekstrometorfan yang merupkan obat batuk kering. lembaga ini telah menerima laporan bahwa seorang pasien telah mengalami sebuah sindroma yang dinamakan Sindroma Serotonin, yaitu sebuah sindroma yang diakibatkan tinggiya kadar serotonin dalam darah dan otak, gejalanya ditandai dengan munculnya abnormalitas pada saraf pusat dan otonom serta pada otot. gejalanya antara lain: cemas, agitasi, keringat yang berlebihan, meningkatnya jumlah denyut jantung, sulit bergerak, termor dan meningkatnya tonus otot.